
Kata-kata merupakan jendela terlebar bagi orang lain untuk memahami kita.
Bertindak dengan maksud membiarkan orang dapat menangkap ide-ide kita, diperlukan kata-kata yang dipilih dengan cermat.
Ini bukan tentang pelajaran seni berdiplomasi yang sering mengaburkan pesan.
Ini sekedar ajakan agar kita merenungkan dan menemukan kata-kata yang tepat untuk menyatakan pikiran dan emosi kita.
Saat kita marah, renungkanlah kata-kata apa yang tepat untuk mengungkapkan kemarahan kita. Tanpa itu, mungkin kita meracau. Begitu pula saat emosi dasar lain sedang beraksi, jangan sampai perkataan kita mengecilkan keberadaan orang lain.
Memilih kata-kata yang tepat hanyalah ajakan untuk meningkatkan kesadaran agar kita mampu melihat pikiran dan emosi kita, mengambil jarak serta mengendalikannya.
Kata-kata semestinya menjadi alat kendali, bukan tersemburat keluar tanpa kita mampu mencegahnya.
Membiasakan diri berbicara secara verbal maupun non verbal dengan menggunakan kata yang terpilih, berarti pula membiarkan Roh Kudus berkarya menumbuhkan buah pengendalian diri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar